Sunday, November 22, 2009

All about Starbucks

Ada hal yang menggelitik pikiran saya tentang Starbucks setelah saya berdiskusi tentang bagaimana service terhadap pelanggan harus dijalankan dan rasionalkah tentang harga service yang di kenakan kepada pelanggan dengan "partner" kerja saya.
Sebetulnya yang saya sebut partner itu adalah owner sekaligus atasan saya,tapi di tempat saya bekerja semuanya dianggap sama tidak ada atasan dan tidak ada bawahan itu sebabnya beliau saya sebut partner dan beliau meminta saya mencari artikel-artikel mengenai starbucks dan membandingkannya dengan KFC.


Setelah mencari kesana-kemari dan melihat poin-poin yang sering di bahas dan dibicarakan baru saya mengerti kenapa harga kopi yang berkisar 50 ribuan itu memang harga yang rasional.
Awalnya saya kaget masa ada segelas kopi yang harganya luar biasa mahal untuk ukuran orang Indonesia tapi gerai dan outletnya ada diseluruh dunia?. karena ketika membeli secangkir kopi di starbucks kita tudak hanya mendapatkan secangkir kopi tapi juga pembelajaran mengenai segala hal yang berhubungan dengan kopi mulai jenis kopi sampai cara menikmatinya

Kenapa Starbucks bisa sukses?

Lalu apakah hanya dengan memberikan pembelajaran mengenai kopi dan seluk beluknya Starbucks bisa meraih kesuksesan? tentu saja tidak karena menurut buku "The Starbucks Experience" yang di tulis oleh Joseph A.Michelli,Ph.D. ada lima prinsip yang dijalankan oleh Starbucks sehingga Starbucks menjadi ikon bisnis yang fenomenal yaitu:

- Lakukan dengan cara anda
- Semuanya penting
- Surprise dan delight
- Terbuka terhadap kritik
- Leave your mark

dan ini model bisnis yang dijalankan Starbucks


Baca selengkapnya disini

kalau dilihat dan diperhatikan tentang bagaimana atasan di Starbucks memperlakukan karyawannya dan begitu juga bagaimana karyawan Starbucks memperlakukan para pelangganya adalah tidak lain dan tidak bukan untuk menjaga hubungan yang baik dan memberikan pengalaman yang berkesan dan membuat para pelanggan merasa bagian dari starbucks.
Bisa disimpulkan bahwa semua berawal dari atasan, sikap atasan kepada bawahan mendorong terciptanya service exelent yang dilakukan oleh para karyawan kepada pelanggan-pelanggan mereka


Sunday, October 4, 2009

Learning Style

Ada banyak teori tentang bagaimana manusia belajar dan menyerap informasi dari lingkungannya atau learning style tapi ada 1 teori yang membuat saya terkesan setelah menonton video di bawah ini.



video di atas hanya memperlihatkan 3 modalitas,modalitas adalah cara bagaimana otak menyerap informasi melalu panca indra secara optimal sesuai dengan yang dipaparkan dalam buku quantum learning yaitu :

1. Auditory
2. visual
3. Kinasthetic

sedangkan menurut Howard Gardner modalitas di karakteriskan menjadi 4 yaitu :

1. Auditory
2. Visual
3. Reading
4 Kinasthetic

Karakteristik Khas masing-masing modalitas :

1. Auditory
- Mampu mengingat dengan baik apa yang didengar entah itu berupa diskusi,lagu,film atau acara tv .
- Suka berbicara karena bisa berbicara dengan baik.
- Berbicara dengan pola dan irama yang jelas
- Bukan pembaca yang baik dan ketika membaca dia akan menggerak-gerakan bibir atau membaca densgan keras.
- Mudah terganggu keributan.
- Agak terganggu dengan hal-hal yang melibatkan pengamatan visual.

2. Visual
- Biasanya tidak bisa mengingat informasi lisan dan lebih menyukai informasi berupa peragaan,dan lebih mengingat apa yang dilihat dari pada apa yang didengar.
- Tidak mudah terganggu keributan
- Bicara agak cepat.
- seringkali tahu apa yang harus dikatakan/diungkapkan tapi tidak pandai memilih kata-kata.
- Lebih suka membaca dan hal-hal yang berhubungan dengan musik.
- Tidak suka berbicara dalam kelompok dan juga tidak suka mendengarkan orang lain,dan ketika mendengarkan orang lain tipe ini cenderung melihat gerak bibir lawan bicaranya.

3. Reading
- Suka membaca dan membuat catatan.
- ketika membuat catatan dan tulisan cenderung rapi karena tulisan rapi merupakan hal yang mengesankan bagi mereka dengan tipe ini.
- Menyukai hal-hal yang berbau teoritis dan kemudian menuliskannya.
- Tidak bisa menyerap informasi dalam bentuk peragaan dengan baik.

4. kinasthetic
- Menitikberatkan penyerapan informasi dengan "sentuhan langsung" dan suka sekali mengerjakan sesuatu dengan menggunakan tangan karena bisa mengenali langsung objek yang ada di depannya.
- Tidak bisa berdiam diri karena dia belajar dengan cara melakukan,berjalan dan melihat.
- Memiliki koordinasi tubuh yang baik.
- Agak susah mempelajari objek yg abstrak.
- Menyukai buku-buku dan ketika membaca menggunakan jari sebagai petunjuk.
- Hebat dalam bercerita dan ketika berbicara agak perlahan.

Learning style test

Dari berbagai sumber,Terima kasih.

Sunday, July 12, 2009

Attitude is Important

Beberapa bulan yang lalu saya mendapatkan artikel yang bagus yang berjudul "attitude is important" artikel ini menunjukan bagaimana perubahan kecil dapat memberikan dampak perbedaan yang besar dalam hidup kita,ini dia artikelnya :

Today I am glad to share one of the stories that I was heard from a college symposium,
Chief guest has started his speech with the words “Change in small things can show a better difference in Life”. I am confused how this would help?, but he continued as “I am going to give a live example for those words, also remember the person who didn’t have the knowledge of business/technology could possibly give the best solution for the problem\profit. In 1991 “Colgate” was the famous toothpaste all over the world especially in “India”, but “Pepsodent” who was just entered into the market has chased “Colgate” sales. So the Director of “Colgate” planned a meeting with all the executive councils which was going to be held in a famous star hotel. The day was come, meeting was in a conference room where a door boy was placed near the door to open the same for executives entering into the hall.

The meeting was started, Director asked all the executives to give an idea for increasing the product sales in India since, the opponent was chasing our sales margin. All those executives gave variety of ideas but that was not satisfy the director, at last he said “Windup the meeting will give time, come out with some other ideas gentlemen”, the door boy keenly watching all those discussions.

When the Director was come just near the door he said “Can I say something for increasing your product sale” the crowd laughed heavily and he was insulted by everyone, but seeing the negative response from the crowd the Director told the boy “See all my executives here are well trained and educated their suggestions itself not satisfying me how can u man?”, the boy replied calmly “Please give me a moment sir”.

The Director said “Well ok gentlemen please be seated will hear What he going to suggest?”. The boy walked in front of all and went near the director and told “Why can’t we increase the size of the toothpaste mouth, if it is 2mm now, please increase the size as 3mm so that the paste will be emptied quickly, people will get the paste one week before”, the crowd and director stunned with his words, “the solution has got do the same today itself” the Director replied. He was congratulated by all. The whole team waited for a month, took the sales results, it was amazing the sales was doubled when compared to the previous month.

The whole team praised the door boy again, they shared the sales results with him, he was also given a share from the profit of that month.

So friends from this story we have learned to concentrate on small things which help us to attain the great peak smartly, also the suggestions\solutions from others would help to achieve some of our goals.

kadang untuk membuat perubahan besar tidak diperlukan langkah yang besar,semua ada ditangan kita tergantung bagaimana kita menyikapinya dan semua bisa melakukanya,seperti contoh di atas seorang "Door boy"memberikan ide sederhana tapi membawa dampak perubahan yang besar .

Dan saya rasa artikel ini akan percuma apabila hanya saya simpan tanpa saya sebarkan lagi. tapi sayangnya saya lupa sumber asli artikel ini.mudah-mudahan postingan sederhana ini juga bisa membawa dampak perubahan yang besar dalam hidup anda semua.terima kasih

note: for article owner if you see this note please tell me so I can put your original URL to this post. thank you so much, all respect is yours.

Friday, May 1, 2009

Dia bukan hanya sekedar sopir tapi juga guru teladan

Apa yang biasanya dipikirkan oleh seorang supir angkot (angkutan kota-red) ? ngejar setoran,menghindar dari sergapan polisi, memaki-maki penumpang kalau uang bayarannya kurang, atau menggerutu kalau tidak dapat penumpang?. Ya memang tidak semua supir angkot seperti itu, tapi untuk orang yg tinggal di Bogor seperti saya pasti tahu bagaimana tabiat supir angkot kota Bogor pada umumnya.

Pada pertengahan tahun 2007 saya mengalami kejadian unik yang membuka mata saya. seperti biasa, setiap sabtu sore saya naik angkot menuju Ekalokasari plaza untuk membeli (kadang-kadang cuma membaca) buku di toko buku Gramedia, ditengah perjalanan menuju ekalokasari plaza ada seorang wanita yang turun,dan menyerahkan selembar uang pecahan 100.000-an,dalam hati saya langsung berkata "wah bisa diomelin tuh " tapi apa yang ada dipikiran saya ternyata tidak terjadi. begitu uang diterima oleh si pak sopir, dia langsung menjawab "saya baru keluar bu" (baru narik-red)lantas dia membuka pintu mobil dan melangkah keluar sambil berkata pada penumpang lain termasuk saya "sebentar ya saya nukerin uang dulu" dia kemudian berlari-lari kecil mencoba menukar uang dari warung yang satu ke warung yang lain, setelah uang didapat dia lalu menyerahkan uang kepada si wanita sambil tersenyum dan kemudian dia berbalik lari ke arah kami. dengan spontan saya berseru "pantas dijadikan contoh", sehingga semua orang didalam angkot berpaling kepada saya.rasanya adrenalin saya langsung naik kekepala menyaksikan kejadian ini.

Ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa , pak sopir ini tidak hanya mengantarkan saya pada tempat tujuan tapi juga menjadi guru bagi saya.dia mengajarkan bagaimana caranya melayani orang lain dengan tulus.dia juga mengajarkan bahwa semua yang dihadapi dalam hidup itu adalah pilihan.dia bisa saja memaki kepada siwanita tersebut tapi ini tidak dilakukannya.dia memilih yg sebaliknya,mencarikan kembalian untuk si wanita tersebut,apa yg sudah dipilih pak sopir ini merupakan hal yang sangat mulia .pak sopir ini "menjual dirinya"dengan harga yg tinggi sekali.

Segala sesuatu bisa menular

Saya yakin apabila setiap hari pak sopir ini melakukan hal yg sama dan pada setiap kejadian ada satu orang saja yg mengambil pelajaran darinya maka sudah banyak sekali orang yg secara tidak langsung menjadi murid si pak sopir ini. memang tidak mudah untuk memberi contoh tanpa membicarakannya,tapi ingat! contoh yg ditampilkan memberikan kesan mendalam sedangkan ucapan akan mudah sekali untuk dilupakan.pesannya sangat jelas sekali layanilah orang lain dengan tulus dan sepenuh hati maka siapa tahu anda juga menjadi guru teladan dihadapan orang lain tanpa anda sadari karena segala sesuatu bisa menular.